Tampilkan postingan dengan label Dwi Agus Tripranoto. Tampilkan semua postingan

NAMA  :DWI AGUS TRIPRANOTO
NIM      :13.230.0072
KELAS :1P53
JUDUL :JARINGAN MAN


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
MAN atau Metropolitan area network adalah jaringan yang lebih luas daripada LAN. Beberapa LAN menjadi satu jaringan dapat juga disebut MAN. MAN terdapat di dalam satu kampus atau dalam satu wilayah yang agak luas (dapat juga satu kota). MAN biasanya tidak dimiliki oleh satu organisasi saja. Sama seperti LAN, MAN juga memiliki wireless MAN dengan kekurangan dan kelebihan yang relatif sama.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat disimpulkan masalah yang dihadapi adalah :
1. Apa pengertian MAN ?.
2. Contoh Gambar MAN?
3. Perlengkapan untuk Jaringan MAN?
4. Keuntungan dan kelemahan menggunakan jaringan MAN?
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan maslah diatas maka dapat disimpulkan tujuan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan pengertian MAN
2. Menjelaskan Contoh Gambar MAN
3. Menjelaskan Perlengkapan untuk Jaringan MAN
4. Mengetahui Keuntungan dan kelemahanm menggunakan jaringan MAN

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian MAN
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota. MAN dapat mencakup perusahaan yang memiliki kantor-kantor yang letaknya sangat berdekatan dan MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan bias disambungkan dengan jaringan televisi kabel. Jaringan ini memiliki jarak dengan radius 10-50 km. Didalam jaringan MAN hanya memiliki satu atau dua buah kabel yang fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel output.
B. Contoh Gambar MAN
1. Hubungan antara suatu sekolah dengan Dinas Pendidikan di kota tersebut untuk memberi kabar tentenag adanya acara d sekolah ataupun yang lainnya.

2. Pengiriman surat tugas dari suatu kantor pusat ke kantor cabang dalam 1 kota

C. Perlengkapan untuk Jaringan MAN
1. HUB
HUB adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh HUB adalah menerima sinyal dari satu komputer dan menstranmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah HUB bisa active atau passive. Active HUB bertindak sebagai repeater, ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive HUB hanya bertindak sebagai kotak sambungan, ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. HUB adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.

2. Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.

D. Keuntungan menggunakan jaringan MAN
1. Pertukaran data dan informasi bisa lebih cepat dan akurat.
2. Pengembangan dalam bidang ilmu pengetahun untuk sebuah perguruan tinggi atau sekolah-sekolah.
3. Komunikasi antarperguruan tinggi atau sekolah atau karyawan pada sebuah kantor bisa dengan e-mail atau chatting.
4. Proses backup data dari berbagai tempat lebih mudah dan cepat.
5. Dapat membuat sarana diskusi untuk perguruan tinggi atau sekolah-sekolah.
6. Dapat dijadikan sebagai alat untuk mempersatukannya kekompakan karyawan atau mahasiswa dan siswa.
7. Dapat dijadikan sebagai sarana promosi yang tepat dan cepat.
8. Dapat menggunakan program aplikasi atau permainan secara bersama-sama.
E. Kelemahan menggunakan jaringan MAN
1. Biaya operasional mahal.
2. Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
3. Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).

F.ROUTING PROTOCOL

Pengertian dan Definisi dari Routing Protocol (dalam Router): Protokol routing merupakan aturan yang mempertukarkan informasi routing yang nantinya akan membentuk tabel routing sedangkan routing adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan tabel routing tadi. Semua routing protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan metodenya sendiri-sendiri. Secara garis besar, routing protokol dibagi menjadi Interior Routing Protocol dan Exterior Routing Protocol. Keduanya akan diterangkan sebagai berikut :
A. Interior Routing Protocol
Sesuai namanya, interior berarti bagian dalam. Dan interior routing protocol digunakan dalam sebuah network yang dinamakan autonomus systems (AS) . AS dapat diartikan sebagai sebuah network (bisa besar atau pun kecil) yang berada dalam satu kendali teknik. AS bisa terdiri dari beberapa sub network yang masing-masingnya mempunyai gateway untuk saling berhubungan. Interior routing protocol mempunyai beberapa macam implemantasi protokol, yaitu :RIP (Routing Information Protocol) Merupakan protokol routing yang paling umum dijumpai karena biasanya sudah included dalam sebuah sistem operasi, biasanya unix atau novell. RIP memakai metode distance-vector algoritma. Algoritma ini bekerja dengan menambahkan satu angka metrik kepada ruting apabila melewati satu gateway. Satu kali data melewati satu gateway maka angka metriknya bertambah satu ( atau dengan kata lain naik satu hop ). RIP hanya bisa menangani 15 hop, jika lebih maka host tujuan dianggap tidak dapat dijangkau. Oleh karena alasan tadi maka RIP tidak mungkin untuk diterapkan di sebuah AS yang besar. Selain itu RIP juga mempunyai kekurangan dalam hal network masking. Namun kabar baiknya, implementasi RIP tidak terlalu sulit ika dibandingkan dengan OSPF yang akan diterangkan berikut ini: OSPF (Open Shortest Path First) Merupakan protokol routing yang kompleks dan memakan resource komputer. Dengan protokol ini, route dapat dapat dibagi menjadi beberapa jalan. Maksudnya untuk mencapai host tujuan dimungkinkan untuk mecapainya melalui dua atau lebih rute secara paralel.
Lebih jauh tentang RIP dan OSPF akan diterangkan lebih lanjut.

B.Exterior Protocol AS
Merupakan sebuah network dengan sistem policy yang pegang dalam satu pusat kendali. Internet terdiri dari ribuan AS yang saling terhubung. Untuk bisa saling berhubungan antara AS, maka tiap-tiap AS menggunakan exterior protocol untuk pertukaran informasi routingnya. Informasi routing yang dipertukarkan bernama reachability information (informasi keterjangkauan). Tidak banyak router yang menjalankan routing protokol ini. Hanya router utama dari sebuah AS yang menjalankannya. Dan untuk terhubung ke internet setaip AS harus mempunyai nomor sendiri. Protokol yang mengimplementasikan exterior:-EGP (Exterior Gateway Protocol) Protokol ini mengumumkan ke AS lainnya tentang network yang berada di bawahnya. Pengumumannya kira-kira berbunyi : " Kalau hendak pergi ke AS nomor sekian dengan nomor network sekian, maka silahkan melewati saya" .Router utama menerima routing dari router-router AS yang lain tanpa mengevaluasinya. Maksudnya, rute untuk ke sebuah AS bisa jadi lebih dari satu rute dan EGP menerima semuanya tanpa mempertimbangkan rute terbaik. BGP (Border Gateway Protocol) BGP sudah mempertimbangkan rute terbaik untuk dipilih. Seperti EGP, BGP juga mepertukarkan reachability information.
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Fungsi
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Analogi Router dan Switch Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
Jenis-jenis router Secara umum,
router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. Router versus Bridge Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.
Contoh gambar router
Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan :
1. Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota. MAN dapat mencakup perusahaan yang memiliki kantor-kantor yang letaknya sangat berdekatan dan MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan bias disambungkan dengan jaringan televisi kabel. Jaringan ini memiliki jarak dengan radius 10-50 km. Didalam jaringan MAN hanya memiliki satu atau dua buah kabel yang fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel output.
2. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN sangat cocok diterapkan untuk membangaun jaringan antarkantor yang letaknya berdekatan atau antarperguruantinggi, bisa juga antarsekolah dan berada di dalam kota yang sama. Jarinagn ini umumnya menggunakan media untuk transmisinya dengan gelombang mikro atau gelombang radio. Namun, ada juga yang menggunakan jalur sewa (leased line)


Daftar Pustaka :
http://hdsupertrans.blogspot.com/2012/01/makalah-man.html


Baca Selengkapnya ...


NAMA  :DWI AGUS TRIPRANOTO
NIM      :13.230.0072
KELAS :1P53
JUDUL :MAKALAH SISTEM INFORMASI PEMASARAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standart atau yang ditetapkan.Dalam riset pemasaran, ada bermacam-macam metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, focus group, teknik proyeksi, survei, dantriangulasi (gabungan).Oleh karena itu untuk lebih memahami metode pengumpulan data yang digunakandalam riset pemasaran, dalam bab ini akan dibahas mengenai macam-macam metode pengumpulan data.

Agar setiap produk mempunyai nilai lebih tinggi maka harus terjadi pertukaran. Untuk itu diperlukan strategi. Strategi pemasaran yang akan dipelajari di sini adalah strategi peta produk yaitu melihat posisi produk dimata pesaing. Strategi peta produk ada tiga yaitu produk baru, daur hidup produk, dan strategi bersaing.

BAB II
PEMBAHASAN

Informasi yang dihasilkan oleh riset pemasaran marupakan hasil akhir proses pengolahan selama berlangsungnya riset. Informasi pada dasarnya berujung awal dari bahan mentah yang disebut data sehingga sering juga disebut sebagai data mentah (rawdata). Data memiliki berbagai wujud seperti angka penjualan, jumlah produk yang dihasilkan, pendapat konsumen, gerak perilaku orang belanja, dan lain-lain.

2.1 Pembagian Jenis Data

Ditinjau dari sumbernya, data dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar, yaitu data sekunder dan data primer.

a) Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri. Periset sekedar mencatat, mengakses atau meminta data tersebut (kadangsudah bentuk informasi) ke pihak lain yan telah mengumpulkannya di lapangan. Periset hanya memanfaatkan data yang sudah ada untuk penelitiannya. Contoh data sekunder adalah data kependudukan yang diterbitkan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).Selanjutnya data sekunder bisa dipilah-pilah lagi atas dasar asal atau sumber penyedianya. Data sekunder dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu data internal dan data eksternal.

b) Data Internal

Sesuai dengan namanya data ini berasal dari perusahaan yang bersangkutan. Data internal yang tersedia di dalam perusahaan biasanya berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yang dicatat secara rutin. Data internal seringkali tidak tersedia secara lengkap di perusahaan yang kecil atau kurang terorganisir dengan baik. Perusahaan atau organisasi yang memiliki data pelanggan yang terorganisir dengan baik,akan memiliki database lengkap yang berisi karakteristik pelanggan nya. Data-datainternal ini mungkin akan cukup untuk pemasaran yang memiliki topik berupa deskripsi pelanggan saat ini, ramalan penjualan, analisis provitabilitas produk atau pola pembelian produk oleh konsumen yang secara umum berkaitan dengan kegiatan operasional atau transaksi.

Bila dibandingkan dengan sumber data yang lain, data internal mempunyai beberapa kelebihan yaitu data sudah tersedia dan tidak membutuhkan biaya besar bagi periset untuk mendapatkannya.

c) Data Eksternal

Data eksternal merupakan data yang berasal dari luar perusahaan, artinya yang mengumpulkan atau mempublikasikan data tersebut bukanlah perusahaan yang bersangkutan melainkan organisasi lain seperti pemerintah, organisasi nirlaba atau yayasan, asosiasi dagang, perusahaan investasi atau perusahaan riset. Untuk mendapatkan data eksternal yang kadang sudah berupa informasi, periset dapat mengunjungi berbagai perusahaan yang lengkap.Bila diamati, data eksternal cenderung lebih banyak berhubungan dengan lingkungan makro seperti kondisi persaingan, demografi, ekonomi, politik, hukum, sertasosial dan budaya. Jadi bila topik riset pemasaran lebih mengarah pada aspek lingkungan luar seperti mengukur potensi pasar di suatu daerah, mengukur daya beli penduduk, menentukan wilayah pemasaran yang secara politik stabil atau mungkin mengidentifikasi jumah pesaing dan pangsa pasar, maka pemanfaatan data eksternal seringkali sudah mencukpi. Seperti data intenal yang memliki keterbatasan, untuk riset dengan topik khusus, sepert mengungkapkan perilaku, sikap, motivasi, tingkat kepuasan, atau pengetahuan yang dimiliki pembeli akan sulit ditemui jika hanya mengandalkan data eksternal. Sebagai alternatifnya, periset harus mengadakan atau mengumpulkan data sendiri yang membutuhkan komitmen yang lebih besar.

d) Data Primer

Data primer merupakan data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Dalam riset pemasaran, data primer diperoleh secara langsung dari sumbernya, sehingga periset merupakan “tangan pertama” yang memper oleh data tersebut. Karena data primer dikumpulkan sendiri oleh periset, tentu saja dibutuhkan komitmen yang lebih besar dibandingkan perolehan data sekunder. Riset yang mengandalkan data primer relatif membutuhkan biaya dan sumber daya yang lebih besar seperti biaya, waktu yang lebih lama dan lebih rumit dibandingkan data sekunder.

e) Data Kualitatif

Data kualitatif dikumpulkan melalui pertanyaan – pertanyaan yang tidak terstruktur. Artinya, alat yang digunakan untuk bertanya kepada responden cenderung berupa topik dan biasanya tanpa diberikan pilihan jawaban.

Karena tujuannya untuk menggali ide responden secara mendalam. Data kualitatif bersifat tidak terstruktur dalam arti variasi data yang diberikan oleh sumbernya (orang, partisipan atau responden yang ditanyai)sangat beragam.

f) Data Kuantitatif

Dalam pengumpulan data kuantitatif, karena sifat datanya terstruktur, periset akan berusaha melakukan proses membuat data menjadi data kuantitatif yaitu mengubah data semula menjadi data berwujud angka.Data kuantitatif bersifat terstruktur atau berpola sehingga ragam data yang diperoleh dari sumbernya (responden yang ditanyai atau obyek yang diamati) cenderung memiliki polayang lebih mudah dibaca oleh periset.

2 .2 Metode Pengumpulan Data

Bermacam-macam metode pengumpulan data terdiri dari observasi, teknik proyeksi, survei, dan triangulasi (gabungan).

1). Observasi

Pengumpulan data melalui observasi dijalankan dengan mengamati dan mencatat pola perilaku orang, obyek atau kejadian – kejadian melalui cara sistematik ( Malhotra,et.al., 1996 ). Dalam hal ini, periset tidak berkomunikasi atau bertanya dengan orang atau obyek yang sedang diobservasi sehingga orang atau obyek yang sedang diobservasi tidak sadar kalau mereka sedang diteliti. Observasi bisa dilakukan dengan mengamati beberapa hal diantaranya :

 Perilaku fisik, misalnya lalu lintas pengunjung yang berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain dalam satu mal.Ø
 Perilaku mengonsumsi, misalnya perilaku mencuci pakaian dengan deterjen.Ø
 Perubahan mimik atau raut wajah, misal ekspresi muka yang ditunjukkanØ para konsumen yang sedang antre di depan kasir supermarket.
 Obyek, misalnya mengamati merk – merk kemasan yang dibuang dalamØ keranjang sampah di daerah perumahan. Metode observasi menawarkan keunggulan beberapa perilaku yang nyata atau aktual dari orang atau obyek yang diamati sehingga tidak terjadi manipulasi oleh orang tersebut.

Macam-macam Observasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Observasi Partisipatif

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperolehakan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang tampak.

2. Observasi Terus Terang atau Tersamar

Dalam hal ini, peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi.

3. Observasi Tak Berstruktur

Observasi tidak tersturktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.

2). Teknik Proyeksi

Teknik proyeksi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh datadengan mendorong responden menggungkapkan perasaan, motivasi, sikap atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran dengan pertanyaan tidak langsung dantidak terstruktur ( Malhotra, 2004 ). Pengertian tidak langsung disini berarti bahwa partisipan bebas memproyeksikan atau menyamaartikan apa saja yang muncul dalam pikiran atau perasaannya barkaitan dengan obyek atau topik yang disampaikan peneliti. Bagi manajer pemasaran, informasi yang yang didapat dari teknik proyeksi ini akan memperkaya pandangannya mengenai masalah yang sedang diteliti dan memperluas ide – ide baru seperti ide tentang nama merk produk, ide tentang pesan suatu iklan, ide tentang cara penggunaan produk dan lain – lain.

Teknik proyeksi dapat dijalankan melalui beberapa cara seperti asosiasi kata, penyelesaiaan kalimat atau uji melalui gambar.

a. Asosiasi kata
Melalui asosiasi kata, partisipan diminta untuk menyebutkan satu atau beberapa kata yang muncul di benak mereka saat sebuah kata atau serangkaian kata utama disebutkan atau ditampilkan oleh periset. Disini partisipan akan mengasosiasikan atau mengidentikkan makna kata – kata yang disebutkan dengan kata atau rangkaian kata yang ditampilkan semula.

b. Penyelesaian kalimat
Melalui cara ini suatu kalimat yang tidak lengkap akan ditampilkan kehadapan partisipan. Selanjutnya, partisipan diminta untuk melengkapi kalimat itu menjadi kalimat yang utuh sesuai dengan pandangan , perasaan atau pendapatnya.

c. Tes gambar Teknik proyeksi melalui tes gambar
Menggunakan alat bantu berupa gambar atau foto yang mewakili obyek yang akan diteliti. Cara ini akan membantu partisipan mengingat kembali dengan baik obyek atau produk yang diteliti.

3). Survei

Survei merupakan metode yang digunakan secara luas, khususnya dalam riset konsumen. Informasi dikumpulkan dengan menanyai orang melalui daftar pertanyaan atau kuesioner yang terstruktur. Dengan survei, periset bertujuan memperoleh informasi seperti preferensi, sikap,atau pendapat responden yang diungkapkan dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan.

Ditinjau dari cara menjalankannya, survei dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk yaitu survei secara individu, survei intersep, survei melalui telepon, survei melalui surat, dan survei menggunakan internet.

4). Triangulasi (gabungan)

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian bahasan “ Sistem Informasi Pemasaran dan Riset Pemasaran“ dapat disimpulkan bahwa :
Ditinjau dari sumbernya, data dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain bukan oleh periset sendiri. Sedangkan data primer merupakan data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus.Dalam sebuah penelitian diperlukan beberapa metode untuk mendapatkan data. Ada bermacam-macam metode yang dapat digunakan dalam pengumpulan data yang terdiridari observasi, teknik proyeksi, survei, dan triangulasi (gabungan).Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapat kan data yang memenuhi standart atau yang ditetapkan.

3.2 Saran

Bertolak dari pembahasan “ Sistem Informasi Pemasaran dan Riset Pemasaran“ penyusun memberikan saran sebagai berikut :
Bagi pembaca penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun demi sempurna nya makalah ini.


DAFTRA PUSTAKA

Ruky, Achmad S. 2000, Menjadi Manajer Internasional, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.
Sawir, Agnes. 2001, Analisis kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.
Departemen perindustrian dan perdagangan 1998
Fuadi, Munir.2004, Hukum Dagang Internasional, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti.

Baca Selengkapnya ...

Judul          : Telepon Mobil
Topik           : Telepon
Kelompok   : Telepon (3)
Nama          : Dwi Agus Tripranoto
Nim              : 13.230.0072

TELEPON MOBIL
Telepon mobil merupakan salah satu bagian dari sistem telepon bergerak. Telepon mobil pada mulanya berfungsi menghubungkan telepon mobil yang satu dengan telepon mobil lainnya dan menghubungakan satu telepon mobil dengan telepon rumah secara otomatis. Telepon mobil memiliki prinsip yang sama dengan telepon rumah. Telepon mobil tersambung pada sentra-sentra telepon tertentu dan juga memiliki nomor pelanggan khusus yang dapat melakukan percakapan dua arah yaitu melakukan panggilan dan menerima panggilan. Pada telepon mobil, pelanggan yang menggunakan pesawat telepon ini dapat berpindah-pindah (mobile) tidak seperti telepon rumah yang pelanggannya tetap disuatu tempat.

CARA KERJA
Kondisi Diam Dalam kondisi diam, telepon mobil akan tetap meneruskan idle signal (signal yang tetap) yang telah dikirim oleh sumber-sumber radio yang sedang tidak aktif atau kosong. Sinyal ini merupakan sinyal yang berasal dari pesawat pengontrol. Walaupun dalam keadaan diam stasiun mobil akan tetap mencari idle signal tersebut. Bila memperoleh sinyal tersebut, lampu sibuk (busy lamp) yang ada pada stasiun mobil akan mati. Hal tersebut menandakan stasiun mobil telah siap melakukan ataupun menerima panggilan. Kondisi Memanggil Jika stasiun mobil sedang mengalami panggilan, gagang telepon yang diangkat menandakan pemancar saat itu telah memancarkan sinyal panggil menuju stasiun induk. Sinyal yang secara cepat terdeteksi oleh stasiun induk kemudian diartikan sebagai tanda bahwa terdapat pelanggan yang hendak melakukan panggilan. Pada saat pelanggan menekan tombol dial, maka sesuai dengan nomor yang dituju, nada-nada tertentu yang dihasilkan akan secara cepat terkirim. Nada yang diterima oleh stasiun induk diterjemahkan sebagai pulsa dial yang kemudian diteruskan ke sentral telepon umum yang selanjutnya menuju kepada pelanggan yang dipanggil. Setelah percakapan selesai dan gagang telepon kembali diletakkan ke posisi semula, stasiun mobil mengirim sinyal ke stasiun induk, yang oleh stasiun induk diartikan bahwa hubungan telah terputus. Kondisi Panggilan Dalam keadaan dipanggil, stasiun induk akan mendeteksi sinyal yang menandakan adanya panggilan dan memancarkannya. Saat sinyal yang dipancarkan oleh stasiun induk diterima oleh pelanggan stasiun mobil yang mengalami pemanggilan, nada-nada panggilan tertentu akan diterima oleh pelanggan stasiun mobil tersebut melalui pengeras suara pada telepon mobil dan saat gagang telepon diangkat, maka secara otomatis terbentuklah sirkuit percakapan.

KELEBIHAN
• Komunikasi yang terjadi merupakan komunikasi yang tidak terputus Cara kerjanya tidak seperti cara kerja walkie talkie. Walaupun pelanggan telepon mobil berpindah ke area yang berbeda maka secara otomatis sentral telepon akan memperbaharui catatan tentang posisi pengguna telepon mobil yang baru. Dengan menggunakan telepon mobil maka para pelanggan pemakai dimungkinkan untuk melakukan perpindahan lokasi tempat atau pergerakan tempat tidak seperti pada pengguna telepon rumah yang bersifat tetap.

KEKURANGAN
• Jarak jangkauan yang terbatas. Jarak jangkauan yang dimiliki oleh telepon mobil sangat terbatas yaitu hanya 30 km, sehingga pengunaanya masih terbatas. Jarak jangkauan stasiun induk membuat para pelanggan yang berada diluar jarak tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi. Keterbatasan telepon mobil dalam jarak ini membuat telepon selular yang biasa lebih banyak digunakan dibandingkan dengan telepon mobil. Telepon mobil juga memerlukan antena dengan pengarahan yang tinggi agar mendapatkan frekuensi yang bagus untuk berkomunikasi dengan baik. Kegunaannya Digunakan secara komersial. Inovasi ini sebelumnya digunakan sebagai alat bantu perang untuk membidik tembakan dan meningkatkan kualitas radar. Selesai perang, ratusan telepon dipasang dengan menggunakan sistem ini. Microwave radio dipasang untuk hubungan jarak jauh.

REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/

Baca Selengkapnya ...

TOPIK             : KOMPUTER KHUSUS
JUDUL            : CNC (computer numerical control)
KELOMPOK.   : 3
NAMA              : Dwi agus tripranoto
NIM                  : 13.230.0072
KELAS              : 1P53

PENDAHULUAN
CNC singkatan dari Computer Numerically Controlled,merupakan mesin perkakas yang dilengkapi dengan sistem mekanik dan kontrol berbasis komputer yang mampu membaca instruksi kode N, G, F, T, dan lain-lain, dimana kode-kode tersebut
akan menginstruksikan ke mesin CNC agar bekerja sesuai dengan program benda kerja yang akan dibuat.

PEMBAHASAN
Numerical Control / NC (berarti
"kontrol numerik") merupakan
sistem otomatisasi Mesin
perkakas yang dioperasikan oleh
perintah yang diprogram secara
abstark dan disimpan dimedia
penyimpanan, hal ini berlawanan
dengan kebiasaan sebelumnya
dimana mesin perkakas biasanya
dikontrol dengan putaran tangan
atau otomatisasi sederhana
menggunakan cam. Kata NC
sendiri adalah singkatan dalam
Bahasa inggris dari kata Numerical Control yang artinya Kontrol Numerik. Mesin NC pertama diciptakan pertama kali pada tahun 40-an dan 50-an, dengan memodifikasi Mesin perkakas biasa. Dalam hal ini Mesin perkakas biasa
ditambahkan dengan motor yang
akan menggerakan pengontrol
mengikuti titik-titik yang dimasukan kedalam sistem oleh
perekam kertas. Mesin perpaduan antara servo motor dan mekanis ini segera digantikan dengan sistem analog dan kemudian komputer digital , menciptakan Mesin perkakas modern yang disebut Mesin CNC (computer numerical control) yang dikemudian hari telah merevolusi proses desain. Saat ini mesin CNC mempunyai
hubungan yang sangat erat
dengan program CAD. Mesin-
mesin CNC dibangun untuk
menjawab tantangan di dunia
manufaktur modern. Dengan
mesin CNC, ketelitian suatu
produk dapat dijamin hingga
1/100 mm lebih, pengerjaan
produk masal dengan hasil yang
sama persis dan waktu permesinan yang cepat.
NC/CNC terdiri dari tiga bagian utama :
1. Progam
2. Control Unit/Processor
3. Motor listrik servo untuk
menggerakan kontrol pahat
4. Motor listrik untuk
menggerakan/memutar pahat
5. Pahat
6. Dudukan dan pemegang
Prinsip kerja NC/CNC secara
sederhana dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Programer membuat program
CNC sesuai produk yang akan dibuat dengan cara pengetikan langsung pada mesin CNC maupun dibuat pada komputer dengan
software pemrogaman CNC.
2. Program CNC tersebut, lebih
dikenal sebagai G-Code, seterusnya dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin CNC menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan perkakas yang bergerak melakukan proses permesinan hingga menghasilkan produk sesuai program.

PERMASALAHAN
Dalam sebuah industri perkakas memerlukan mesin perkakas yang efektif dan efisien dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang besar.

PENYELESAIAN
Dengan perubahan zaman dan teknologi semakin canggih  seperti kemunculannya teknologi komputer,mesin perkakas konvensional mulai tersingkiran dengan kemunculannya CNC singkatan dari Computer Numerically
Controlled, merupakan mesin
perkakas yang dilengkapi dengan sistem mekanik dan kontrol berbasis komputer.

KESIMPULAN
dari tugas yang saya buat ini saya menyimpulkan bahwa komputer khusus dalam pengerjaan mesin perkakas dengan sistem mekanik berbasis komputer dapat memudahkan industri perkakas untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/
wiki/CNC

Baca Selengkapnya ...

Follower