Tampilkan postingan dengan label Trisnaning Larasati. Tampilkan semua postingan



Nama  : Trisnaning Larasati
Nim     : 13.230.0074
Kelas   : 1P53
Tema   : Telephone
Judul   : Telephon Seluler
Sejarah Telepon Seluler
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.
Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.

Kelebihan dan kekurangan teknologi telepon seluler
Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Handphone atau biasa disebut telepon selular merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional salutaran tetap, tetapi handphone bias dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel. Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki.
Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ‘teman’ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.
Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.
Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuah kota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.
Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson. Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler. Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Ericsson dan di Amerika dengan perusahaan Motorola. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang.
Awalnya, ukuran telepon seluler ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Namun saat ini, telepon selular menjadi alat yang multi-fungsi dengan ukurannya yang menarik ditambah banyaknya aksesoris telepon seluler untuk mempercantik penampilannya. Tidak seperti dulu yang harganya mahal. Sekarang telepon seluler bisa kita dapatkan dengan harga yang menggiurkan dengan fitur yang lengkap. Setiap orang menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan adanya telepon seluler saat ini. Bahkan urusan bisnis, sekolah, sampai pengetahuan bisa mudah kita dapatkan hanya dengan memengang telepon seluler. Namun, disamping kelebihannya telepon seluler juga memiliki banyak kerugian bagi setiap pemiliknya. Misalnya, dimanapun orang terbiasa dengan urusan telepon genggamnya sampai melupakan kejadian sekelilingnya. Seperti orang dengan mudah mengobrol melalui sms atau BBM dengan mudah, cepat, dan murah sehingga orang menjadi lupa akan semua kegiatannya. Pemilik telepon seluler juga dengan bebas men-download apa saja dari layanan internet yang ada pada telepon seluler. Telepon seluler yang sudah familiar dibanyak kalangan dan mudah untuk dioperasikan, membuat penggunanya terutama anak kecil yang menerima dampak buruk dari telepon seluler tersebut. Sebenarnya telepon seluler menjadi sangat bermanfaat bagi penggunanya jika digunakan dalam hal yang positif seperti barang untuk menambah pengetahuan, kuliah, belajar sampai dengan bekerja atau berbisnis yang positif.
http://awalmula.com/awal-mula-sejarah-handphone.


















Telepon merupakan alat komunikasi  yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

Telepon Seluler atau yang sering disebut Hand Phone atau HP merupakan paduan perpaduan antara Teknologi Telepon dengan Teknologi Radio. Tetapi dalam perkembangannya Teknologi Komputer juga masuk dengan mulus pada telepon seluler ini.

Sebelum adanya teknologi seluler, setiap orang yang membutuhkan komunikasi bergerak harus memasang Telepon radio di dalam mobilnya. Untuk melayani telepon radio ini, setiap kota didirikan sebuah menara sentral, yang cukup besar agar mampu menjangkau jarak yang cukup jauh, mungkin sekitar 70 km. Menara sentral ini masih mempunyai saluran yang sangat terbatas. Tidak lebih dari 50 saluran, artinya menara sentral tidak akan mampu melayani lebih dari jumlah saluran yang dimilikinya pada saat yang bersamaan, yang mana keadaan seperti ini akan membuat kemampuan untuk melayani telepon radio juga sangat terbatas. Dengan telepon radio / telepon mobil ini berarti kita juga harus mempunyai pesawat transmisi yang kuat yang cukup mampu untuk mengirim sinyal pada jarak yang cukup jauh.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhRPAo5QhuDY-YptAmfHOdtSvvUr9U1gJFdSIC_VpxHG2NSx6BKPPvucTmSJrxkZqyzRrluYOD9_9Dw5FBCHhOeFYomKgGGGOxxd4nP9AZc3tV9CL8WDlpvz6fv4coGh_U3S9xKY0bugI/s1600/jaringan.JPG
Teknologi seluler membagi sebuiah kota menjadi sel-sel kecil dengan luas wilayah tertentu. Sistem ini memungkinkan frekuensi yang luas digunakan berkali-kali di seantero kota, sehingga memungkinkan jutaan orang dapat menggunakan telepon sel-sel yang disebut sebagai “Seluler” itu secara bersamaan. Setiap sel memiliki sebuah Base Transmission Station ( BTS ), yang terdiri dari sebuah menara dan sebuah bangunan berisi perlengkapan pemancaran dan penerimaan sinyal telepon. BTS inilah yang akan melayani setiap panggilan telepon selular, menerima sinyal, mengolah, dan kemudian menghubungkan ke nomor yang dituju.

Karena dalam satu kota atau wilayah terdapat banyak BTS, maka ponsel akan dilayani oleh BTS yang ada di sekitar Ponsel kita, terutama yang paling dekat. Pelayanan ini akan berpindah secara otomatis, manakala telepon kita sedang bergerak dari wilayah layanan BTS yang satu ke wilayah layanan BTS yang lain.
  • Prinsip dasar telepon

Ketika gagang telepon diangkat, posisi telepon disebut off hook. Lalu sirkuit terbagi menjadi dua jalur di mana bagian positifnya akan berfungsi sebagai Tip yang menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini yang nantinya akan memproses pesan dari sender untuk sampai ke receiver. Agar dapat menghasilkan suara pada telepon, sinyal electrik ditransmisikan melalui kabel telepon yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dapat didengar oleh telepon receiver. Untuk teknologi analog, transmisi sinyal analog yang dikirimkan dari central office (CO) akan diubah menjadi transmisi digital. Angka-angka sebagai nomer telepon merupakan frekuensi tertentu yang memiliki satuan Hertz. Hubungan utama yang ada dalam sirkuit akan menjadi on hook ketika dibuka, lalu akan muncul getaran. Bunyi yang muncul di telepon penerima menandakan telepon telah siap digunakan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEEi6ZcjOehLUIk2miEAqZvNq3xjkfTdHjTPAOEuNrZ7BNjn_G4ahjkaF9AWa9qbMaYu8IjobTfbB5O7_sp_28-6-JUP6WWWh-TFStRid6F3hs8lBAnsbaweQzPqAyEnIVtvUbpFNRYok/s320/mobile-evolution.gif
  • Sejarah Perkembangan awal telepon
  1. 1871, Natonio Meucci mematenkan penemuannya yang disebut sound Telegraph. Penemuannya ini memungkinkan adanya komunikasi dalam bentuk suara antara dua orang dengan menggunakan perantara kabel.
  2. 1875, perusahaan telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas penemuan Meucci yang disebut transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Sistem ini menggunakan getaran multiple baja untuk memberikan jeda pada sirkuit.
  3. 1876, perusahaan Bell mematenkan Improvement in Telegraphy. Sistem ini memberikan metode untuk mentransmisikan suara secara telegraf.
  4. 1877, The Charles Williams Shop merupakan tempat dimana telepon pertama kali dibuat dengan pengawasan Watson, yang selanjutnya menjadi departemen riset dan pengembangan dari perusahaan telekomunikasi tersebut. Alexander Graham Bell terus memantau produktivitas perusahaan tersebut sehingga pada akhir tahun sebanyak tiga ratus telepon dapat digunakan. Perusahaan Bell juga telah mematenkan telepon electro-magnetic yang menggunakan magnet permanen, diafragma besi, dan dering panggilan.
  5. 1878, papan pengganti secara manual ditemukan sehingga memungkinkan banyak telepon terhubung melalui sebuah saluran pertukaran. dibawah kepemimpinan Theodore N. Vail, perusahaan Bell mempunyai 10.000 telepon yang dapat digunakan.
  6. 1880, sirkuit metalic pertama dipasang. Sirkuit ini merupakan perbaharuan dari sirkuit one-wire menjadi two-wire. Perbaharuan ini membantu mengurangi gangguan yang seringkali dirasakan dengan penggunaan jalur one-wire.
  7. 1891, telepon dengan nomor dial pertama kali digunakan. Telepon akan bekerja secara otomatis menghubungkan penelepon ke operator dengan cara menekan nomor dial berdasarkan instruksi.1915, telepon dengan sistem wireless pertama kali digunakan. Sistem ini memudahkan pengguna telepon untuk saling berhubungan lintas negara.
Daftar Pustaka
http://fnr-site.blogspot.com/2012/06/pengertiancara-kerja-dan-sejarah-telpon.html























Baca Selengkapnya ...


Nama : Trisnaning Larasati
Nim    : 13.230.0074
Kelas  : 1P53
Tema : Sistem Informasi
Judul : Sistem Informasi Kesehatan
SISTEM INFORMASI KESEHATAN
       Latar Belakang
              
Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan sangat terkait dalam konotasi di pengaruhi dan dapat juga mempengaruhi aspek demografi atau kependudukan, keadaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat termasuk pendidikan serta keadaan dan perkembangan lingkungan fisik maupun biologik.
Salah satu kebutuhan dalam pelaksanaan poembangunan dan usaha mencapai tujuan pembangunan kesehatan adalah informasi yang valid dan akurat. Oleh karena itu pembangunan system informasi, kususnya di bidang kesehatan dewasa ini perlu semakin dimantapkan dan dikembangkan. Hal ini mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan dan pengembangan upaya –upaya kesehatan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Perubahan pelayanan di bidang Kesehatan yang ditandai dengan adanya perdagangan bebas mengharuskan sektor kesehatan  untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.
Untuk mewujudkan informasi atas segala kegiatan pelayanan kesehatan salah satunya adalah Puskesmas  maka perlu satu system alat bantu berupa system informasi Puskesmas ( Simpus )  agar semua kegiatan dapat termonitor dengan baik.
Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

    Sistem Informasi Manajemen Puskesmas ( Simpus )
Perubahan era globalisasi membawa dampak yang luas bagi warga masyarakat. Pendidikan masyarakat yang relatif tinggi dan akses terhadap informasi tentang segala hal termasuk informasi tentang kesehatan, serta kesadaran hukum yang semakin tinggi, menyebabkan semakin bervariasi dan tinggi tuntutan kebutuhan kesehatan mereka. Hal ini akan membawa dampak luas dalam pelayanan kesehatan termasuk kesiapan informasi untuk mendesain dan menilai pelayanan kesehatan yang tepat.
Masalah  dalam Pelayanan Kesehatan yakni Pengelolaan data Puskesmas yang sangat banyak, baik data medik pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh Puskesmas sehingga mengakibatkan:
·         Redudansi Data, pencatatan data yang berulang-ulang menyebabkan duplikasi data sehingga kapasitas yang di perlukan membengkak dan pelayanan menjadi lambat.
·         Unintegrated Data, penyimpanan data yang tidak terpusat menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang berbeda-beda.
·         Human Error, proses pencatatan yang dilakukan secara manual menyebabkan terjadinya kesalahan pencatatan yang semakin besar.
·         Terlambatnya Informasi, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat dipercaya kebenarannya. Maka perlu dipikirkan mengenai sistim informasi yang mudah,cepat serta dapat dilihat dan dimengerti yaitu dengan adanya SIMPUS.
·         Karena dengan Simpus dapat memberikan :

 1. Manfaat Umum Memberikan nilai tambah dengan meningkatkan:
  • Efisiensi
  • Kemudahan dan kecepatan data
  • Dokumentasi dan pelaporan yang Auditable dan Accountable
  • Meningkatkan profesionalisme dan kinerja Menejemen Puskesmas
  • Mendukung koordinasi antar bagian-bagian didalam Puskesmas
·         Ketepatan
Pada awal pemasangan Sistem Informasi  Puskesmas, ketika aliran kerja belum lancar, peningkatan kecepatan dan ketepatan data belum terlalu terasa. Namun ketika komitmen seluruh unit untuk tepat waktu memasukkan data dengan akurasi entri data yang tinggi dapat dipenuhi, maka akan terasa sekali dampak dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas, terhadap ketepatan dan kecepatan kerja.
·         Akurasi
Hal lain yang juga terasa berubah adalah akurasi data, apabila dulu dengan sistem manual orang harus mencek satu demi satu transaksi, namun sekarang dengan SIMPUS hal tersebut cukup dilakukan dengan membandingkan laporan antar unit yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Menejemen. Sistem Informasi Menejemen Puskesmas juga dapat mencegah terjadinya duplikasi data untuk transaksi-transaksi tertentu. misalnya, pasien yang sama diregistrasi 2 (dua) kali pada hal yang sama, maka system akan menolaknya, sistem juga akan memberikan peringatan jika tindakan yang sama untuk pasien yang sama dicatat 2 kali, hal ini menjaga agar user lebih teliti.
·         Integrasi
Hal lain yang juga terasa berpengaruh terhadap budaya kerja adalah integrasi data di setiap unit. Bila dengan sistem manual, data pasien harus dimasukkan di setiap unit, maka dengan SIMPUS data tersebut cukup sekali dimasukkan di pendaftaran saja. Hal ini jelas mengurangi beban kerja adminstrasi dan menjamin konsistensi data.
·         Peningkatan Pelayanan
Pengaruh SIMPUS yang dirasakan oleh pasien adalah semakin cepat dan akuratnya pelayanan. Sekarang pasien tidak perlu menunggu lama untuk menyelesaikan administrasinya.
·         Kemudahan Pelaporan
Pekerjaan pelaporan adalah pekerjaan yang menyita waktu namun sangat penting. Dengan adanya SIMPUS, proses pelaporan hanya memakan waktu dalam hitungan menit sehingga kita dapat lebih konsentrasi untuk menganalisa laporan tersebut

2. Manfaat Manajerial
·         Kecepatan Menejer Untuk Mengambil Keputusan
Dengan sistem manual, manajer seringkali mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mungkin sudah tidak relevan lagi. Belum lagi jika yang dibutuhkan adalah trend berdasarkan selang waktu tertentu (harian/mingguan/dsb), ini mengakibatkan keputusan yang diambil belum tentu sesuai dengan kondisi nyata. Namun dengan SIMPUS, informasi yang disajikan bersifat real time, bahkan kita dapat membuat tabulasi dan informasi tersebut sehingga informasi yang kita dapati sudah sangat spesifik sesuai dengan kebutuhan kita.
·         Akurasi dan kecepatan untuk mengidentifikasi masalah
Karena laporan-laporan yang dihasilkan SIMPUS memberi gambaran dan hari ke hari mengenai kinerja Puskesmas, maka jika ada hal-hal yang tidak normal dapat segera kita ketahui. Hal ini membuat identifikasi potensi masalah dapat dilakukan lebih dini, sehingga tindakan pencegahan atau penanggulangannya dapat segera teratasi dan disusun.
·         Memudahkan penyusunan rencana dan strategi
Sejalan dengan identifikasi masalah di atas, kita pun dapat menyusun strategi ke depan berdasarkan data populasi, bukan lagi statistik, karena SIMPUS mampu memberikan data populasi dengan selang waktu tertentu. ini tenth saja semakin menajamkan strategi yang kita susun.
 3. Manfaat Bagi Organisasi
·         Budaya Kerja
Sistem Informasi Menejemen Puskesmas ini mensyaratkan    kedisiplinan dalam memasukkan data, baik ketepatan waktu maupun keakuratan data, maka budaya kerja yang sebelumnya menangguhkan hal-hal seperti itu, menjadi berubah.
Hal ini dapat terjadi karena integrasi SIMPUS dengan seluruh unit layanan. Sebagai contoh, jika unit registrasi tidak memasukkan data pasien yang akan berobat,  Katakanlah semua unit sepakat untuk menangguhkan pemasukan datanya, maka keesokan harinya, manajer akan melihat penurunan trend pasien atau melihat ada pasien-pasien yang menggantung.


Pemahaman sistem

Apabila dulu dengan sistem manual, sedikit sekali personel yang mengetahui atau peduli dengan proses yang terjadi di unit lain, maka dengan adanya SIMPUS hal tersebut terjadi dengan sendirinya. ini karena seringkali untuk memahami aliran data sampai datang kepada unitnya, melibatkan berbagai unit lain. Ketika terjadi kesalahan setiap user berusaha mencari tempat terjadinya kesalahan tersebut agar bukan unitnya yang disalahkan. Efeknya adalah mereka menjadi paham bagaimana sistem diPuskesmas tersebut bekerja.
Seringkali orang menyatakan bahwa dengan adanya komputerisasi biaya administrasi meningkat. Padahal dalam jangka panjang yang terjadi adalah sebaliknya, jika dengan sistem manual kita harus membuat laporan lebih dulu di atas kertas, baru kemudian dianalisa, maka dengan SIMPUS analisa cukup dilakukan di layar komputer, dan jika sudah benar baru datanya dicetak. 
      




BAB III
RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


Sistem Informasi Kesehatan ( Simpus ) yaitu seluruh kegiatan Puskesmas mulai registrasi, tindakan medis/pengobatan, farmasi/apotik,  serta menejemen terhubung menjadi satu dengan sitem real online (up to date). Setiap saat menejemen atau pihak yang berkepentingan dapat memonitor perkembangannya.

 Simpus merupakan sebagian dan kemampuan sistem informasi Menejemen Puskesmas  yang terintegrasi, disamping keuntungan lain seperti:
·         Pencatatan medical record
·         Kecepatan pelayanan administrasi
·         Pembuatan laporan data penyakit  secara cepat dan akurat.
Untuk mengatasi hambatan dalam pelayanan kesehatan dalam Puskesmas keberadaan teknologi informasi merupakan salah satu faktor penunjang untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada.
Perencanaan suatu sistem informasi Puskesmas dilakukan dengan mempertimbangkan dua faktor yakni informasi dan proses, yang berbasis pada struktur manajemen Puskesmas yang bersangkutan. Secara garis besar struktur manajemen Puskesmas dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian struktural dan fungsional. Aktivitas pada bagian struktural lebih berhubungan dengan penanganan aspek administratif dan Puskesmas  yang bersangkutan seperti pembayaran dan perlengkapan, sedangkan aktivitas pada bagian fungsional lebih terfokus pada sisi pelayanan kesehatan pada pasien.
Faktor lain yang tidak kalah penting untuk menjadi dasar pengembangan sistem informasi Puskesmas adalah faktor keamanan, baik keamanan terhadap transmisi data maupun keamanan terhadap isi informasi atau information content. Salah satu bagian yang sangat memfokuskan perhatiannya terhadap masalah keamanan sistem informasi di Puskeswmas  adalah bagian pelayananan di BP. Data-data pada bagian ini berupa terbagi menjadi dua data utama yaitu data hasil pemeriksaan dan data diagnosis, dimana kedua jenis data tersebut menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan privasi pasien.



BAR IV
 SISTEM INFORMASI

1. Identifikasi Masalah
Guna mengatasi hambatan-hambatan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas keberadaan “Sistem Informasi Manajemen Puskesmas” sangat dibutuhkan, sebagai salah satu strategik manajemen dalam meningkatkan  pelayanan kesehatan. Berdasarkan uraian di atas maka yang menjadi permasalahan adalah:
  1. Analisis pemanfaatan SIMPUS dalam meningkatkan pelayanan di Puskesmas?
  2. Mengapa SIMPUS Menjadi Pilihan?
  3. Bagaimana Pemanfaatan Pengelolaan Informasi dengan Teknologi Informasi yang ada




BAB V
 PENUTUP

           Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa system informasi merupakan salah satu system yang dapat digunakan untuk memberikan beberapa informasi data kususnya kegiatan yang di lakukan di Puskesmas sehingga data dapat dilihat secara cepat tepat dan  untuk memberikan informasi yang baik. Dengan adanya Simpus diharapkan semua data bisa terekap serta dapat di pertanggungjawabkan dengan benar. Demikian penulisan system manajemen Puskesmas semoga dapat memberikan wawasan bagi penulis serta lebih dapat memahami tentang system informasi Manajemen yang ada.









Langganan: Entri (Atom)
.

Baca Selengkapnya ...

Follower