Tampilkan postingan dengan label M. Rofiqul A'la Fimajavia. Tampilkan semua postingan


NAMA:M.ROFIQUL A’la fimajavia

KELAS:1P53

NIM:13.230.0113

TEMA

TATA RUANG KOMPUTER

JUDUL

MEMBANGUN LEB KOMPUTER

MATERI

BAGAIMANA CARA MERANCANG SKETSA SEBUAH LEB KOMPUTER ?

Diera kompetensi global seperti sekarang ini, jaringan computer adalah tulang punggung system informasi korporat, yang bisa menjadi salah satu ukuran kompetitif atau tidaknya sebuah perusahaan. Begitu vitalnya jaringan computer ini, sehingga kegagalannya akan berakibat hilangnya produktifitas sebuah infrastruktur jaringan computer yang dapat diandalkan, serta mampu bekerja optimal dengan tingkat kegagalan serendah mungkin. Perusahaan yang ingin membangun infrastruktur jaringan computer, biasanya meminta batuan kepada perusahaan penyedia solusi jaringan computer. Perusahaan penyedia solusi jaringan computer ini merekomendasikan beberapa produk pembentuk infrastruktur dari berbagai vendor, mulai dari hardware ( perangkat keras ) seperti computer, media penyimpanan data, peralatan jaringan, serta software dan aplikasi-aplikasi pendukung.

Untuk ini saya akan merancang suatu jaringan computer pada suatu kantor yang di bagi menjadi 2 ruangan dan satu server. Masing-masing ruangan tersebut adalah ruangan kantor dan laboratorium computer. Pada lab terdiri dari 30 komputer dan 4 komputer di ruang kantor. Gambar dari denah kantor beserta ukurannya dapat diliat di gambar d bwah ini :

 

 

5. Biaya pemasangan

 

Pada jaringan ini di siapkan sebuah server. Server adalah sebuah computer yang menyediakan file. Sumber daya atau layanan tertentu yang diperlukan dalam sebuah jaringan. Biasanya computer yang dipakai sebagai server memiliki spesifikasi perangkat keras khusus dan lebih tinggi dari komputer-komputer lain yang ada di jaringan tersebut. Jaringan skala kecil umumnya hanya memilki sebuah server, namun untuk jaringan dengan skala besar dapat memiliki dua server atau lebih. Dan client adalah computer yang bukan server. Jika server menyediakan file, sumberdaya, layanan tertentu, maka client adalah computer yang meminta,file,sumberdaya, atau layanan dari server.

Jika kemudian ada istilah”client/server” maka istilah tersebut merujuk pada sebuah system jaringan yang memiliki minimal sebuah server dan beberapa client. Misalkanya saja ada istilah “aplikasi database client/server” maka artinya adalah sebuah server yang menyimpan file-file database dan aplikasi pada client hanya dapat berjala apabila telah mendapatkan infromasi dari database yang ada di server.

Keuntungan Dan Kerugian Leb computer

keuntungan

Dapat Berbagi Sumber Daya

Dengan menggunakan sumber daya bersama sama maka dapat mnghapus jarak. Misalnya seorang karyawan dari kantor pusat akan mengambil data yang diprlikan jaringan computer yang mnghubungkan dua kantor tersebut.

Ketahanan Data Tinggi

Ketahanan data tinggi sehingga data yang disalin dikirim ke computer lain pada jarak ribuan kilometer dan resiko rusak serta hilangnya data dapat diatasi.

Menghemat Biaya

komputer kecil atau mikrokomputer mmiliki ukuran lebih kecil dan murah disbanding komputer besar sperti mainframe dam supercomputer. Mainframe memiliki kecepatan 10 kali lipat disbanding mikrokomputer. Dengan dibangunnya jaringan maka sistim komputer yang terdiri atas mikrokomputer mikrokomputer mempunyai kecpatan menyamai mainframe

Berbagi Hardware

Dengan adanya jaringan, satu hardware dapat dihubungkan ke banyak perangkat lain. Misalnya dalam laboratorium komputer hanya mmiliki 1 printer maka dibuat jaringan komputer.

Memberikan Keamanan Dan Keteraturan Data

Jaringan komputer mmbrikan keamanan dan keteraturan data. Jaringan komputer dapat mengorganisasikan

kekurangan

Virus

Apabila salah atrau computer yang terhubung pada jaringan terkena virus, memungkinkan computer lain yang terhubung akan terkena virus. Keadaan ini akan membuat jaringan computer rusak

Pengaksesan file yang tidak terbatas

Kemudahan dalam berbagai file dapat mengakibatkan kebocoran data karena dapat terbaca oleh orang yang tidak berhak untuk mendapatkannya.

Biaya

Saat jaringan akan dibuat maka dibutuhkan sebuah anggaran tertentu, untuk konsultasi perncanaan, jasa pembangunannya, pemeliharaan software dan hardwarnya,

 
Baca Selengkapnya ...


M.Rofiqul A’la Fimajavia

13.230.0133

TUGAS MAKALAH

 

 

1. Latar Belakang

Wireless adalah jaringan tanpa kabel yang merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
Berkembangnya teknologi yang baru tidak selalu berarti teknologi yang lebih konvensional lantas ditinggalkan. Sebenarnya antara teknologi yang baru dengan teknologi yang lama kedua hal ini saling melengkapi, teknologi baru tidak akan bisa dikembangkan tanpa adanya teknologi yang lama. Dan yang terpenting, diantara sederatan teknologi baru yang kini sedang berkembang, banyak diantaranya yang saling melengkapi sistem satu sama lain. Sebagai contoh, teknologi wireless bisa membantu aplikasi dalam teknologi satelit relai.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang wireless yang marak digunakan dalam perkembangan teknologi dan komunikasi sekarang ini.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka, dibuat suatu rumusan masalah yaitu“Jaringan Wireless LAN’’.

3. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam makalah ini mengungkapkan cakupan masalah yang akan dibahas. Masalah yang terlalu luas perlu dibatasi agar pembahasan lebih terfokus. Karena itu, penulis membatasi masalah mengenai wireless sejarah wireless LAN, pengertian wireless LAN, cara kerja, manfaat, masalah keamanan dan aplikasi-aplikasi WLAN.

 

2.1 WIRELESS LAN

Wireless local area network (WLAN) atau disebut juga dengan Jaringan Lokal Nirkabel (LAN Nirkabel) menghubungkan dua atau lebih peralatan dengan memanfaatkan metode pendistribusion tanpa kabel (biasanya dengan spektrum-sebar atau gelombang radio OFDM), dan biasanya menyediakan koneksi antara sebuah titik akses dengan cakupan internet yang lebih luas. Hal ini memudahkan mobilitas pengguna tanpa terputus dari jaringan (network). Area dapat berjarak dari sebuah ruangan tunggal hingga ke satu area (misalnya gedung). Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.

LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.

LAN Nirkabel menjadi sangat popular untuk pemakaian rumahan karena kemudahan instalasinya dan manfaat komersial yang banyak yang ditawarkan kepada pengguna; seringnya dalam bentuk gratis. LAN Nirkabel banyak dimanfaatkan di kota-kota besar, misalnya di Kantor Pemerintahan untuk menghubungkan satu wilayah kerja dengan wilayah kerja lainnya.

2.2 TEKNOLOGI WI-FI
Wi-Fi, singkatan dari wireless fidelity merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna komputer dan peripheral sejenis yang mendukung teknologi tersebut (PDA, telefon genggam) untuk berkomunikasi dalam jaringan LAN atau mengakses internet dengan jaringan broadband nirkabel. Dengan menggunakan sebuah Wi-fi acces point atau router, maka dapat dibangun sebuah jaringan LAN atau internet nirkabel dalam cakupan 300 square feet (300 kaki persegi) atau sekira 100 persegi.
Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA – nya menggunakan Windows XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya.


Teknologi wi-fi mengenal istilah hotspot, yang diartikan sebagai tempat di mana internet dapat diakses dengan menggunakan teknologi wi-fi. Dengan istilah sederhana, hotspot adalah daerah yang masuk ke dalam cakupan sebuah wi-fi access point atau router.

Dewasa ini, sejumlah tempat umum telah menyediakan layanan hotspot gratis untuk menarik pengunjung. Fasilitas hotspot telah memanjakan pengunjung dengan layanan internet tanpa bayar dengan kecepatan yang cukup memuaskan, sekaligus memberikan keuntungan pada pemilik tempat-tempat hotspot tersebut untuk meraup keuntungan dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang (misalnya pada café-café dan rumah makan). Fasilitas hotspot terdapat pada kantor-kantor layanan publik, perusahaan komersial dan taman-taman kota juga kampus dan café-café.

Gambar Hotspot

Menilai perkembangan teknologi komunikasi ke depan, sudah dapat dipastikan teknologi nirkabel akan mendominasi sektor ini. Kepraktisan nirkabel yang ditawarkan dengan menggunakan ternologi inframerah, bluetooth, dan wi-fi menjadi pertimbangan para pengguna untuk memanfaatkan teknlogi yang semakin diminati ini.

2.3 Perkembangan WLAN
Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem jaringan kabel bahkan dinilai relatif lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan kabel sebagai penghubungan antar jaringan dan komputer. Bila jenis jaringan kabel yang memanfaatkan kabel Coaxial atau UTP memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space di mana jarak jangkau network (jaringan) dibatasi hanya oleh kekuatan pancaran signal radio dari masing masing komputer.

Jaringan Lokal Nirkabel (WLAN) didasari pada spesifikasi IEEE 802.11, yakni sekumpulan standar yang kemudian berkembang dengan beberapa spesifikasi, antara lain 802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n mengenai Wi-Fi, Hotspot, LAN, dan Sharing Internet.

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN. Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh komputer lain sesama pemakai Wifi. Namun, dengan ketentuan telah memperoleh izin untuk masuk ke sebuah network. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.

Jaringan wireless dapat digunakan untuk transmisi suara maupun data. Lihat bagan berikut :


Gambar WLAN

Pada frekuensi Wi-Fi, ada 11 channel yang diizinkan beroperasi masing-masing 5 MHz, yaitu sebagai berikut :

• Channel 1– 2,412 MHz;
• Channel 2 – 2,417 MHz;
• Channel 3 – 2,422 MHz;
• Channel 4 – 2,427 MHz;
• Channel 5 – 2,432 MHz;
• Channel 6 – 2,437 MHz;
• Channel 7 – 2,442 MHz;
• Channel 8 – 2,447 MHz;
• Channel 9 – 2,452 MHz;
• Channel 10 – 2,457 MHz;
• Channel 11 – 2,462 MHz;


Tabel 1 Channel Wi-Fi

2.4 MODE KONEKSI
Agar sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless maka dapat dilakukan dalam mode Ad-Hoc atau mode Infrastructure.

2.5.1 Mode Ad-Hoc
Jaringan ad-hoc adalah jaringan di mana stasiun berkomunikasi hanya peer to peer (P2P). Jaringan ini dapat dikonfigurasi dengan menggunakan Perangkat Layanan Independen Dasar (IBSS).


Gambar Peer-to-Peer atau ad-hoc wireless LAN

Sebuah jaringan peer-to-peer (P2P) memungkinkan perangkat nirkabel untuk secara langsung berkomunikasi satu sama lain. Perangkat nirkabel dalam jangkauan satu sama lain dan dapat saling menemukan serta berkomunikasi langsung tanpa melibatkan titik akses pusat. Metode ini biasanya digunakan oleh dua komputer sehingga mereka dapat terhubung satu sama lain untuk membentuk jaringan.

Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana jaringan peer to peer hanya berlangsung antara dua komputer, jaringan peer to peer pada jaringan WLAN dapat dilakukan oleh tiga komputer secara bersama. Semua komputer dapat berhubungan secara langsung dan menggunakan sumber daya yang ada secara bersama.

Pada jaringan ad-hoc, masing-masing komputer cukup dipasang kartu WLAN dan tidak diperlukan peralatan lain. Pada jaringan ini, hanya dimungkinkan terjadinya hubungan antar komputer dalam kelompok jaringan tersebut dan tidak dapat untuk mengakses jaringan lain kecuali salah satu komputer difungsikan sebagai bridge (akan dijelaskan berikutnya). Jika jumlah komputer sudah mencapai tiga dan ada komputer lain yang ingin masuk pada jaringan ini, maka biasanya tidak akan berhasil sampai salah satu dari komputer yang ada memutuskan hubungan dengan jaringan. Intinya, pada jaringan peer to peer WLAN hanya diijinkan untuk hubungan antar tiga komputer.

Jika kekuatan sinyal meter digunakan dalam situasi ini, tidak dapat membaca kekuatan secara akurat dan dapat menyesatkan, karena register kekuatan sinyal terkuat, yang mungkin merupakan komputer terdekat.

IEEE 802.11 mendefinisikan lapisan fisik (PHY) dan lapisan MAC (Media Access Control) berdasarkan CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access dengan Collision Avoidance). Spesifikasi 802,11 mencakup ketentuan-ketentuan yang dirancang untuk meminimalkan tabrakan yang disebabkan karena dua unit mobile dalam jangkauan jalur akses umum, tetapi di luar jangkauan satu sama lain.

Pada 802,11 memiliki dua mode dasar operasi: modus ad-hoc dan mode infrastruktur. Dalam mode ad-hoc, unit mobile mengirimkan langsung secara peer-to-peer. Dalam mode infrastruktur, unit mobile berkomunikasi melalui jalur akses yang berfungsi sebagai jembatan untuk infrastruktur jaringan kabel. Karena komunikasi nirkabel menggunakan media yang lebih terbuka untuk komunikasi dibandingkan dengan LAN kabel, 802,11 desainer juga termasuk mekanisme enkripsi bersama-kunci: Wired Equivalent Privacy (WEP), Wi-Fi Protected Access (WPA, WPA2), untuk mengamankan jaringan komputer nirkabel

2.5.2 Mode Infrastruktur
Mode Infrastruktur adalah koneksi antara dua komputer atau lebih, dengan Access Point (AP) sebagai pengatur lalu lintasnya. Acces Point adalah suatu perangkat yang dapat memancarkan sinyal Wifi dalam jangkauan tertentu (sering disebut hotspot). Melalui sinyal Wifi tersebut, beberapa client bisa terkoneksi ke jaringan dan AP-lah yang akan mengatur lalu lintas datanya.


Gambar Mode Infrastruktur

2.5 KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN WLAN
Wireless local area network (LAN Nirkabel) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

2.5.1 Keunggulan WLAN
Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.


· Mobility : Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
· Installation Speed and Simplicity : Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
· Installation Flexibility : Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
· Reduced Cost-of-Ownership : Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
· Scalability : Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.


2.5.2 Kelemahan WLAN
Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum yang bersifat bebas digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan tertentu. Setiap wifi memiliki area jangkauan tertentu tergantung power dan antenna yang digunakan. Tidak mudah melakukan pembatasan area yang dijangkau pada wifi. Hal ini menyebabkan berbagai hal dimungkinan terjadi pada lapisan fisik, antara lain:


· Interception atau penyadapan. Hal ini sangat mudah dilakukan, dan sudah tidak asing lagi bagi para hacker. Berbagai tools dengan mudah di peroleh di internet. Berbagai teknik kriptografi dapat di bongkar oleh tools tools tersebut.
· Injection. Pada saat transmisi melalui radio, dimungkinkan dilakukan injection karena berbagai kelemahan pada cara kerja wifi dimana tidak ada proses validasi siapa yang sedang terhubung atau siapa yang memutuskan koneksi saat itu.
· Jamming. Jamming sangat dimungkinkan terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja karena ketidaktahuan pengguna wireless tersebut. Pengaturan penggunaan kanal frekwensi merupakan keharusan agar jamming dapat di minimalisir. Jamming terjadi karena frekwensi yang digunakan cukup sempit sehingga penggunaan kembali channel sulit dilakukan pada area yang padat jaringan nirkabelnya.
· Locating Mobile Nodes. Dengan berbagai software, setiap orang mampu melakukan wireless site survey dan mendapatkan informasi posisi letak setiap Wifi dan beragam konfigurasi masing masing. Hal ini dapat dilakukan dengan peralatan sederhana spt PDA atau laptop dengan di dukung GPS sebagai penanda posisi.
· Access Control. Dalam membangun jaringan wireless perlu di design agar dapat memisahkan node atau host yang dapat dipercaya dan host yang tidak dapat dipercaya. Sehingga diperlukan access control yang baik.
· Hijacking. Serangan MITM (Man In The Middle) yang dapat terjadi pada wireless karena berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga memungkinkan terjadinya hijacking atau pengambilalihan komunikasi yang sedang terjadi dan melakukan pencurian atau modifikasi informasi.


Pada lapisan MAC (data layer) juga terdapat kelemahan yakni jika sudah terlalu banyak node (client) yang menggunakan channel yang sama dan terhubung pada AP yang sama, maka bandwidth yang mampu dilewatkan akan menurun. Selain itu MAC address sangat mudah di spoofing (ditiru atau di duplikasi) membuat banyak permasalahan keamanan. Lapisan data atau MAC juga digunakan dalam otentikasi dalam implementasi keamanan wifi berbasis WPA Radius (802.1x plusTKIP/AES).

Adapun Keunikan jaringan lokal nirkabel antara lain:

· Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
· Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
· Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
· Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul.


2.6 CARA KERJA WLAN
Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik.Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diekstrak pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombang radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengekstrak data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak antara seratus sampai beberapa ratus kaki.

Gambar Access Point Outdoor

Access point (atau antena yang terhubung pada access point) biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held computer.


2.7 ARSITEKTUR WLAN
2.7.1 Stasiun
Semua komponen yang dapat terhubung ke media nirkabel dalam jaringan disebut sebagai stasiun. Semua stasiun dilengkapi dengan kontroler antarmuka jaringan nirkabel (WNICs). Stasiun nirkabel jatuh ke salah satu dari dua kategori: akses poin, dan klien. Akses poin (AP), biasanya router, adalah BTS untuk jaringan nirkabel. Mereka mengirim dan menerima frekuensi radio untuk perangkat berkemampuan nirkabel untuk berkomunikasi. Klien nirkabel dapat berupa perangkat mobile seperti laptop, personal digital assistant (PDA), telepon IP dan smartphone, atau perangkat tetap seperti desktop dan workstation yang dilengkapi dengan jaringan nirkabel antarmuka.


2.7.2 Perangkat Dasar layanan (Basic Service Set)
Perangkat layanan dasar (BSS) adalah himpunan semua stasiun yang dapat berkomunikasi satu sama lain. Setiap BSS memiliki identifikasi (ID) disebut BSSID, yang adalah alamat MAC dari titik akses melayani BSS.


Ada dua jenis BSS: Independent BSS (juga disebut sebagai IBSS), dan infrastruktur BSS. Sebuah BSS Independen (IBSS) adalah sebuah jaringan ad-hoc yang berisi jalur tanpa akses, yang berarti mereka tidak dapat terhubung ke setiap himpunan layanan dasar lainnya.

2.7.3 Perangkat Perluasan layanan (Extended Service Set)

Sebuah perangkat perluasan layanan (ESS) adalah seperangkat BSS yang saling terhubung. Akses poin dalam sebuah ESS dihubungkan oleh suatu sistem distribusi. Setiap ESS memiliki ID yang disebut SSID yang merupakan 32-byte (maksimum) string karakter.

2.8 SISTEM DISTRIBUSI WLAN
Sistem Distribusi Nirkabel memungkinkan interkoneksi nirkabel jalur akses dalam jaringan IEEE 802.11. Hal ini memungkinkan jaringan nirkabel untuk diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa perlu tulang punggung kabel untuk menghubungkan mereka, seperti yang secara tradisional diperlukan. Keuntungan penting dari WDS atas solusi lain adalah bahwa ia mempertahankan alamat MAC dari paket klien di seluruh hubungan antara jalur akses.
Jalur akses dapat berupa, base station utama, relay atau terpencil. Sebuah base station utama secara khas dihubungkan ke Ethernet kabel. Sebuah stasiun relay relai basis data antara stasiun pangkalan terpencil, klien nirkabel atau stasiun relay lainnya ke salah satu base station utama atau relay lain. Sebuah stasiun pangkalan terpencil menerima koneksi dari klien nirkabel dan melewati koneksi ke stasiun relay atau utama. Sambungan antara “klien” yang dibuat menggunakan alamat MAC bukan dengan menentukan tugas IP.


Semua BTS dalam sistem distribusi nirkabel harus dikonfigurasi untuk menggunakan saluran radio yang sama, dan kunci WEP atau WPA berbagi jika mereka digunakan. Mereka dapat dikonfigurasi untuk pengidentifikasian perangkat layanan yang berbeda. WDS juga mengharuskan setiap base station dikonfigurasi untuk meneruskan kepada perangkat lain dalam sistem.

WDS juga dapat disebut sebagai mode repeater karena bertugas menjembatani dan menerima klien nirkabel pada saat yang sama (tidak seperti tradisional bridging). Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa throughput dalam metode ini dibelah dua untuk semua klien yang terhubung secara nirkabel.

Ketika sulit untuk menghubungkan semua jalur akses dalam jaringan dengan kabel, juga perlu dipertimbangkan untuk memasang titik akses sebagai repeater.

2.9 ROAMING
Ada dua definisi untuk LAN nirkabel jelajah:

· Internal Roaming (1): The Mobile Station (MS) bergerak dari satu titik akses (AP) ke AP lain dalam jaringan rumah karena kekuatan sinyal terlalu lemah. Sebuah server otentikasi (RADIUS) mengandaikan ulang otentikasi MS melalui 802.1x (misalnya dengan PEAP ). Penagihan dari QoS adalah di jaringan rumah. Sebuah Mobile Station roaming dari satu titik akses ke lain sering menyela aliran data antara Mobile Station dan aplikasi yang terhubung ke jaringan. Mobile Station, misalnya, secara berkala memantau keberadaan jalur akses alternatif (perangkat yang akan menyediakan koneksi yang lebih baik). Pada beberapa titik, berdasarkan mekanisme proprietary, Mobile Station memutuskan untuk kembali bergaul dengan jalur akses yang memiliki sinyal nirkabel yang kuat. Mobile Station, bagaimanapun, dapat kehilangan koneksi dengan jalur akses sebelum bertemu dengan jalur akses lain. Untuk memberikan koneksi yang handal dengan aplikasi, Mobile Station umumnya harus menyertakan perangkat lunak yang menyediakan kehandalan.
· Eksternal Roaming (2): MS (klien) bergerak ke WLAN lain, Internet Service Provider Wireless (WISP) dan membutuhkan Hotspot. Pengguna dapat secara independen mengakses dari jaringan rumah menggunakan jaringan asing lain, jika dimungkinkan. Harus ada otentikasi khusus dan sistem penagihan untuk layanan mobile di jaringan asing.


2.10 KEAMANAN W-LAN
Jaringan Wifi memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Saat ini perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi.
Salah satu altivitas dan metode yang dilakukan para hacker wireless ataupun para pemula dalam melakukan hacking (pembajakan) adalah wardriving. Wardriving adalah usaha untuk mendapatkan informasi tentang suatu jaringan wifi dan mendapatkan akses terhadap jaringan wireless tersebut. Umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba, research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain. Ada tiga metode keamanan yang diterapkan dalam jaringan WLAN sebagai berikut.
· WEP (Wired Equivalent Privacy). Metode ini dimaksudkan untuk menghentikan intersepsi isyarat gelombang elektromagnetik oleh user yang tidak berhak. Metode ini dilakukan dengan cara memberi semua klien dan access point dengan kunci enkripsi dan dekripsi yang sama. WEP didasarkan pada algoritma enkripsi RC4 dari RSA Data Systems.
· SSID (Service Set Identifier). Metode ini dilakukan dengan cara memberi suatu SSID yang berlaku sebagai password sederhana yang memungkinkan suatu jaringan WLAN dipisahkan dalam beberapa net­work yang berbeda. Pengenal ini diprogram dalam access point, sehingga semua klien yang akan mengakses jaringan ini harus dikonfigurasi menggunakan pengenal SSID yang sesuai.
· Filter Alamat MAC (Media Access Control). Metode ini digunakan untuk membatasi akses pada jaringan WLAN menggunakan daftar alamat MAC pada klien. Alamat MAC ini dimasukkan dalam access point sedemikian, sehingga hanya klien yang punya alamat MAC yang terdaftar saja yang dapat mengakses jaringan WLAN.


 

Kesimpulan:

1. Dalam komunikasi data terdapat beberapa unsur agar sebuah proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik. Unsur-unsur tersebut dapat berupa, sumber data, media dan penerima data. Pada komunikasi data, media yang digunakan adalah kabel dan tanpa kabel.

2. Saluran komunikasi tanpa Kabel (Wireless), seperti microwave, satellite, dan cellular phone. Satelite merupakan bagian dari wireless, di mana wireless itu sendiri adalah koneksi internet dari suatu perangkat ke perangkat lainnya yang tanpa menggunakan kabel. Sedangkan satelite adalah suatu stasiun relay (penguat) yang mentransmisikan sinyal microwave melewati jarak yang jauh.

3. Peran serta orbit, pembajakan sinyal, dan peran Intelsat serta kompetisi organisasi di area internasional mempengaruhi kapabilitas satelite. Sistem satelite yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelite yang non regenerative. Penggunaan sistem satelite regenaratif akan menyebabkan harga dari satelite itu mahal.

4. Tak dipungkiri lagi, saat ini, komunikasi bergerak memainkan peran yang semakin signifikan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi, khusunya mobile system. Saat ini jumlah pengguna telepon mencapai angka ±1 milyar dan angka ini melampaui jumlah pengguna jaringan telepon tetap. Sehingga pada saat itu komunikasi wireless akan merupakan moda akses teknologi yang dominan.

5. Banyaknya wireless LAN yang aktif dengan konfigurasi default akan memudahkan para hacker dapat memanfaatkan jaringan tersebut secara ilegal. Konfigurasi default dari tiap vendor perangkat wireless sebaiknya dirubah settingnya sehingga keamanan akses terhadap wifi tersebut lebih baik.

6. Keamanan jaringan Wireless dapat ditingkatkan dengan cara tidak hanya menggunakan salah satu teknik yang sudah dibahas diatas, tetapi dapat menggunakan kombinasi beberapa teknikteknik tersebut sehingga keamanan lebih terjamin.

7. Tata letak wireless dan pengaturan power/daya transmit sebuah Access Point juga dapat dilakukan untuk mengurangi resiko penyalahgunaan wireless. Pastikan area yang dijangkau hanya area yang memang digunakan oleh user.

8. Untuk solusi kemanan wireless dapat menggunakan protokol yang sudah disediakan yakni WPA2Radius atau sering disebut RSN/802.11i.

 
Baca Selengkapnya ...


1.PENDAHULUAN

2.PENDALAMAN

3.IDENTIFIKASI MASALAH

4.PERUMUSAN MASALAH

5.KESIMPULAN




Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)

Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.



Sekelompok keluarga berkebangsaan Amerika sedang menonton TV, 1958

Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.

Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz[1]. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.

Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.

Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial

 
Baca Selengkapnya ...

NAMA = M.ROFIQUL A’LA FIMAJAVIA
KELOMPOK = 2
NIM = 13.230.0133
JUDUL = PENGGUNAAN KOMPUTER HYBRID DALAM PENGENDALIAN NUKLIR

BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar belakang
Gelombang memiliki banyak manfaat sehingga tak heran gelombangpun banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan seperi : militer ,teknologi, kedokteran dan lain -lain. Dalam dunia militer computer hybrid digunakan untuk reactor atom (mengambil tingkat radioaktivitas dan instruksi masukan) dan untuk mengendalikan nuklir
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka, dibuat suatu rumusan masalah  yaitu “penggunaan computer hybrid dalam pengendalian nuklir”
                                
3.      Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya sebagai berikut:
v     Menjelaskan Manfaat computer hybrid
v  Menjelaskan tentang penggunaan teknologi nuklir

4.      Manfaat
Manfaat yang diharapakan dari penyusunan makalah ini adalah :
-Agar masyarakat tau tentang computer hybrid dan pengunaan nay serta manfaatnya
Dalam kehidupan manusia
BAB III
PEMBAHASAN
                   Komputer Hybrid adalah komputer yang menampilkan pameran komputer analog dan komputer digital. Merupakan komputer yang bisa digunakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif.Komponen digital biasanya berfungsi sebagai controller dan menyediakan operasi logis, sedangkan komponen analog biasanya berfungsi sebagai pemecah persamaan diferensial.Komputer ini banyak digunakan oleh rumah sakit untuk memeriksa keadaan tubuh pasien,yang pada akhirnya komputer dapat mengeluarkan analisa yang disajikan dalam bentuk gambar,grfik ataupun tulisan.Contohnya: komputer yang digunakan untuk USG mengeluarkan analisa kondisi janin dalam bentuk gambar dan angka atau data teks.Atau komputer yang digunakan untuk memantau denyut nadi pasien mengeluarkan analisanya dalam bentuk grafik,atau data angka atau teks.

          Secara umum, komputer analog yang sangat cepat, karena mereka dapat memecahkan sebagian persamaan yang kompleks pada tingkat di mana sinyal melintasi sirkuit, yang umumnya merupakan fraksi yang cukup dari kecepatan cahaya. Di sisi lain, ketepatan komputer analog tidak baik, mereka terbatas pada tiga, atau paling banyak, empat digit dari presisi.

          Komputer digital dapat dibangun untuk mengambil solusi persamaan untuk presisi hampir tidak terbatas, tetapi cukup lambat dibandingkan dengan komputer analog. Secara umum, persamaan yang kompleks yang didekati dengan menggunakan metode numerik iteratif yang mengambil sejumlah besar dari iterasi, tergantung pada seberapa baik "menebak" awal pada nilai akhir dan berapa banyak presisi yang diinginkan. (Ini kira awal dikenal sebagai benih numerik untuk proses berulang.) Untuk operasi real-time banyak, kecepatan perhitungan digital seperti terlalu lambat untuk digunakan banyak (misalnya, untuk frekuensi sangat tinggi array radar bertahap atau untuk cuaca perhitungan), tetapi ketepatan komputer analog tidak mencukupi.

          Hybrid komputer dapat digunakan untuk mendapatkan nilai sebuah 'benih' sangat baik namun
relatif tidak tepat, menggunakan front-end komputer analog, yang kemudian dimasukkan ke dalam proses komputer digital iteratif untuk mencapai derajat yang diinginkan akhir presisi. Dengan tiga atau empat digit, benih numerik sangat akurat, perhitungan waktu total digital yang diperlukan untuk mencapai presisi yang diinginkan secara dramatis berkurang, karena iterasi lebih sedikit banyak diperlukan.

          Pertimbangkan bahwa sistem saraf pada hewan adalah bentuk komputer hibrida. Sinyal melintasi sinapsis dari satu sel syaraf ke yang berikutnya sebagai diskrit (digital) paket bahan kimia, yang kemudian dijumlahkan dalam sel saraf dalam mode analog dengan membangun potensi elektro-kimia sampai ambang tersebut tercapai, dimana itu discharge dan mengirimkan serangkaian paket digital ke sel saraf berikutnya. Keuntungan paling tidak tiga: noise dalam sistem diminimalkan (dan cenderung untuk tidak menjadi aditif), tidak ada sistem grounding yang umum diperlukan, dan ada degradasi sinyal minimal bahkan jika ada perbedaan substansial dalam aktivitas sel sepanjang jalan (hanya penundaan sinyal cenderung bervariasi). Sel-sel saraf individu analog dengan komputer analog, sinapsis yang analog dengan komputer digital.
.

Manfaat komputer untuk pengendali nuklir

Manfaatnya untuk militer agar lebih mudah mengendalikan nuklir yang telah diluncurkan
Dan lebih mudah mengawasinya ,
BAB IV
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Komputer hybrid sangat berguna bagi manusia dalam hal segalanya dari kedokteran sampai militer .



DAFTAR PUSTAKA

http://blog.student.uny.ac.id/noermatematika/2011/09/22/hello-world/
Baca Selengkapnya ...

Follower